Selasa, 24 Januari 2012

MONSTER PEMBUNUH DI JALAN RAYA DAN SOLUSI ALTERNATIF

Kejadian tragis telah merenggut nyawa 9 orang pejalan kaki dan mengakibatkan luka-luka berat beberapa pejalan kaki lainnya di Jakarta belum lama ini ramai diberitakan oleh sejumlah media ibu kota. Kejadian tragis ini harus dijadikan pelajaran berharga dan renungan akan bahayanya mengendarai kendaraan di bawa pengaruh drugs dan Alkohol.

Dari beberapa berita di media ternyata bukan hanya pengendara kendaraan bermotor di jalan raya yang ditemukan menggunakan Narkoba di saat mengendarai kendaraan bermotor, beberapa waktu lalu sejumlah media ibukota juga melaporkan ada pilot salah satu Makaskapai penerbangan swasta terindikasi menggunakan Narkoba.Selanjutnya, mungkin kita bisa berspekulasi akibat tidak pernah dilakukan swiping pengendara dan mengetes pemakai drug/minuman beralkohol pada saat mengendarai kendaraan mnyebabkan tewasnya 9 pejalan kaki di jalan raya oleh sopir maut pengguna Narkoba di dekat Tugu Tani Jakarta Pusat.

Kita bisa ambil contoh dan pelajaran yang baik tentang pentingnya pencegahan kecelakaan lalulintas di Jalan raya akibat pengaruh drugs dan alkohol, misalnya di Australia Polantas selalu melakukan swiping pengendara dan melakukan tes Alkohol atau Drugs (Random Test). Pengendara yang kdapatan minum atau menggunakan Narkoba saat berkendaraan di Jalan raya melebihi ambang batas akan dikenakan sangsi berat.

Beda dengan Indonesia, di Australia jarang bahkan tidak pernah ada swiping di Jalan raya memeriksa kelengkapan pengendara/kendaraan bermotor (SIM/STNK) karena mreka yang berkendaraan di jalanan dianggap sudah memiliki kelengkapan kendaraannya termasuk surat-suratan. Hukum berlalulintas betul-betul ditegakkan. Dan setiap tilang atas pelanggaran lalulintas bukan dibayar sama Polantas tapi dibayar di tempat-tempat yang telah ditentukan seperti via kantor pos dan Bank. Polisi hanya mengeluarkan surat tilang tanpa mengharapkan pembayaran tilang langsung di tempat. Pendapatan Asli Daerah/State atau Negara (Revenue Generation) kebanyakan juga berumber dari uang tilang yang dibayar oleh pelaku pelanggaran lalulintas.

Yang jadi pertanyaan penting adalah Pertama, kenapa selama ini swiping di Jalan Raya hanya mengfokuskan pada swiping kelengkapan kendaraan bermortor terutama susrat-suratan dan kurang mengfokuskan pada kebijakan swiping dan upaya peningkatan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya termasuk penjalan kaki? Kedua, bisakah Indonesia melakukan penertiban pengendara di Jalan raya dengan melakukan tes Random seperti di luar negeri untuk mengecek pengendara yang menggunaka Narkoba pada saat mengendarai kendaraan di Jalan Raya?

Rabu, 28 Desember 2011

PRO dan KONTRA (Polemik) ReKlamasi Teluk PALU (Catatan Akhir Tahun)

Setiap pembangunan infrastruktur di negara mana saja yang tidak memihak pada kepentingan rakyat pasti akan mengadapi resistensi dari kelompok kelompok masyarakat seperti kelompok gerakan esktraparlementer dan kelompok Sosialis-Demokrat. Jika masalah pembangunan infrastruktur ini  tidak bisa dicarikan solusi yang tepat bisa berpotensi menimbulkan konflik sosial (potensi Konflik vertikal dan horisontal)yang menyeret stakeholders dari berbagai kalangan yang disponsori oleh kelompok LSM (NGO), gerakan mahasiswa, masyarakat lokal dan masyarakat akademisi dan pegiat lingkungan.

Pembangunan infrastruktur perkotaan baik dalam konteks lokal, regional maupun global dalam sejarahnya tidak pernah berjalan mulus dan langsung mendapat dukungan dari masyarakat luas. Namun, selalu berhadapan dengan kelompok masyarakat baik kelompok yang mendukung (Kelompok  Pro) maupun dari kelompok yang menentang  menentang kebijakan pembangunan infrastruktur (Kelompok Kontra). Pembangunan reklamasi di beberapa daerah disinyalir kurang medukung kepentingan rakyat dan kurang memperhatikan aspek pelestarian lingkungan tapi  sebaliknya sering disinyalir hanya mendukung kelompok pemodal.

Dalam kasus reklamasi, kita dapat melihat permasalahannya baik dalam perspektif  lokal maupun perspektif global bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan yang mengharuskan diadakan reklamasi diwilayah pantai atau teluk itu terdorang oleh dua alasan. Pertama, alasan keterbatasan wilayah daratan dengan tujuan untuk pembangunan ekonomi suatu wialayah dan alasan tuntutan pembangunan wilayah perkotaan dengan petimbangan estetika agar kelihatan wilayah perkotaan lebih Indah dan seksi sehingg bisa menambah nilai jual beli dari perspektif marketing parawisata.

Alasan pertama, perlu diadakan relamasi untuk memperluas wilayah daratan seperti yang dilakukan oleh beberapa negara, ambil contoh kasus reklamasi di Jepang dan Singapura. Kedua, reklamasi juga harus dilakukan dengan tujuan estetika agar suatu wilayah perkotaan akan kelihatan lebih, cantik, tertata indah dan modern. Biasanya pembangunan reklamasi dilakukan diwilayah teluk dengan membangun beberapa bangunan fasilitas publik diatas daratan reklamasi sperti rumah sakit, pertokoan, mall-mall dan fasilitas publik yang lebih modern dan bertaraf nasional dan internasional. Juga agar wilayah teluk akan kelihatan lebih indah dan menambah nilai jual suatu wilayah yang ingin dijadikan daerah tujuan wisata (Turist Destination) sehingga menimbulkan daya tarik bagi investor dan para wisatawan berkunjung ke suatu daerah.

Namun, kita juga harus perihatin dan penuh perhatian akan dampak lingkungan yang mungkin bisa terjadi pasca pembangunan reklamasi wialayah, laut, pantai dan teluk. Kita bisa saksikan bahwa di beberapa daerah di Sulawesi Tengah yang melakukan program reklamasi pantai juga diduga telah mengalami permasalahan sperti Kabupaten Tolitoli dan Luwuk. Banyak yang menduga bahwa akibat reklaimasi pantai di kabupaten Tolitoli yang juga didukung oleh statemen beberapa pengamat lingkungan aktivist NGO reklamasi di kota cengkeh Tolitoli bahwa kasus reklamasi pantai di kabupaten Tolitoli juga merupakan salah satu pemicu terjadinya kasus banjir dan termasuk kasus banjir air rob.

Kembali ke isu lingkungan dan pembangunan reklamasi wilayah laut yang ramah lingkungansehingga dapat menekan resiko bencana banjir dan bencana yang terkait dapat terlihat di beberapa negara maju. Perlu disadari bahwa program reklamasi pantai yang dilakukan oleh Jepang dan Singapur adalah dengan tujuan dan alasan untuk memperluas wilayah daratan mereka yang secara alami masih sangat terbatas dan terpaksa harus dikembangkan ke wilayah laut disampiang didorong oleh alasan pembangunan dan pembangan ekonomi wilayah tersebut. Namun, harus diingat bahwa pembangunan reklamasi yang dilakukan oleh negara-negara makmur (welfare states) seperti Jepang dan Singapur telah melalui suatu kajian Amdal dan studi kelayakan yang secara mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara saintifik maupun moralitas dan etika pembangunan sehingga dapat menghindari resiko bencana sosial dan bencana alam (Manmade disaster and Natural Disaster) akibat dampak dari reklamasi wilayah laut, pantai dan teluk.

Menyangkut persoalan rencana reklamasi teluk Palu, perlu diangkat pertanyaan, "Apakah pembangunan reklamasi teluk Palu sudah dilakukan pengkajian awal berupa studi AMDAL dan Studi kelayakan?, kalau belum mungkin itu akan menjadi permasalahan sebab setiap pembangunan reklamasi wilayah laut, pantai dan teluk kemungkinan akan membawa dampak lingkungan yang beresiko. Namun, kita juga harus optimis bahwa Pemkot Palu Insya Allah pasti akan memiliki etiket baik dan pasti akan sangat mempertimbangkan kepetingan masyarakta luas demi kemajuan kota Palu yang sama-sama kita cintai ini.

Demikian pandangan saya tentang polemik dan isu kontroversi rencana reklamasi teluk Palu. Semoga sharing pendapat ini bisa bermamfaat bagi kita semua khususnya kelompok masyarakat kota Palu yang mendukung dan mencintai kebijakan pembangunan kota yang berwawasan lingkungan yang populis dan demoratis.

Salam Pembangunan
Mochtar Marhum
Akademisi UNTAD
Pemerhati Masalah Sosial Humaniora

Selasa, 29 November 2011

HEDONISME VS PROFESIONALISME

Sejumlah media di tanah air belum lama ini melaporkan gaya hidup hedonisme sejumlah pejabat publik. Ada berita tentang kelakuan hedonisme yang dipertontokan oleh sejumlah wakil rakyat (Politisi senayan) seperti yang dalam laporan beberapa media di tanah air. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah sangat ironis terjadi  ketika rakyat masih banyak yang miskin dan menderita. Kata kawan saya gaya hidup seperti ini mungkin kita  bisa plesetkan dengan pameo "Biar miskin asal sombong".

Gaya hidup Hedonisme banyak terdapat di negara-negara makmur (welfare states) dan menurut mereka gaya hidup seperti ini wajar. Masyarakat negara-negara makmur bekerja keras dan berkarya secara profesionalisme selama har Senin-Jumat (Weekdays) dan menikmati kesenangan dunia dengan fasilitas yang mereka miliki selama akhir pekan (Weekend). Jadi weekdays adalah hari profesionalisme dan weekend adalah hari hedonisme.

Banyak yang berpendapat bahwa hidup ini juga harus seimbang dan oleh sebab itu kehidupan ini harus diimbangi dengan bekerja keras dan juga harus menikmati kesenangan (pleasure) yang didapatkan dari hasil kerja keras dan dari duit yang halal dan fasilitas yang legal.

Namun, masih ada persepsi yang berbeda di kalangan masyarakat negara sedang berkembang yang mengklaim bahwa masyarakat di negara maju senang hura-hura dan plesiran (hedonisme). Bahkan yang lebih ekstrim lagi mereka mengklaim bahwa hedonisme adalah gaya hidup yang senang menghambur-hamburkan kekayaan untuk memperoleh kesenangan duniawi. Padahal pandangan ini mungkin kurang sesuai dengan apa yang dimaksudkan dengan hedonisme menurut pemahaman masyarakat di negara-negara makmur. Di samping itu banyak masyarakat agamis menentang kehidupan yang hura-hura dan glamour dan mereka menganggap bahwa ini merupakan konsep dari hedonisme.

Kehidupan yang hura-hura dan glamour oleh mayarakat di negara makmur  menggunakan fasilitas dan modal finansial pribadi yang halal dan juga fasilitas publik atau fasilitas  milik negara secara legal. Namun, yang sering dipersoalkan dibeberapa negara sedang berkembang termasuk Indonesia disinyalir masih ada sejumlah pejabat publik memfaatkan jabatan dan fasilitas negara untuk aktivitas yang berbau henonisme.

Untuk membuktikan kebenaran ini. Saya kira masih perlu verifikasi atau masih perlu ditelusuri lebih jauh apa betul ada sejumlah pejabat publik di negeri ini masih suka mempertotonkan gaya hidup yang hedonis di tengah-tengah sorotan akan kinerja dan integritas mereka yang masih memprihatinkan.

Jumat, 28 Oktober 2011

REVOLUSI LYBIA VS KEMATIAN GHADAFY

Baru-baru ini semua mata tertuju ke negara-negara Jazirah Arab (Arab World) yang sedang menghadapi Revolusi yang dan dikenal dengan terminologi Arab Awakening atau Arab Spring. Gerakan Revolusi itu  berawal dari Tunisia kemudian Mesir, Yaman, Bahrain, Syria dan Libya serta beberapa lagi lagi negara Jazirah Arab di Timur Tengah dan Afrika Utrara yang punya Potensi terjadinya Revolusi. Sejumlah masyarakat dan pemimpin dunia mengutuk keras tindakan brutal pemimpin2 diktator di negara-negara tersebut yang ingin berkuasa selama-lamanya dengan cara-cara tindakan militer dan kebetulan para pemimpinnya kebanyakan berlatar belakang perwira militer.

NATO mengeluarkan kebijakan larangan terbang (No Fly Zone) juga membantu menyerang kekuatan militer Libya. Namun, NATO belum menggelar pasukan daratnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa yang melakukan serangan darat adalah warga Libya yg masuk dalam kelompok Oposisi National Transition Council (NTC) Dewan Nasional Pemerintahan Transisi yang didentifikasi sebagai kelompok Anti Pemerintahan Diktator Ghadafy.

Sejumlah media melaporkan bahwa sebagian masyarakat dunia sangat prihatin dengan kejadian penangkapan sang Diktator hidup-hidup ketika konvoi Ghadafi diserang pesawat pengintai NATO (Drone) dan konvoi panik lalu berpencar. Ghadafy, putranya Mustassim serta Menhannya ketika itu lari berpencar mnyelamatkan nyawa tapi akhinya ketiganya tewas di tangan pasukan kelompok oposisi. Ghadafi sendiri lari dan bersembunyi di lubang pipa besar dalam drainase. Akhirnya Gadafi ditangkap hidup-hidup oleh lawan politiknya. Dalam beberapa tayangan video amatir yang dipertontonkan sejumlah media ternyata Ghadafi ditangkap hidup-hidup dan akhirnya meninggal di tangan pengadilan jalanan kelompok pasukan oposisi di bawa bendera NTC. Hasil Otopsi atas kematian Ghadafy telah dilakukan dan ditemukan sejumlah bukti bahwa kematian Ghadafy disebabkan oleh peluruh yg menembus kepala dan perutnya dan diperkirakan Sang mantan pemimpin Revolusi itu megalami penyiksaan sebelum menghembuskan nafas terkahirnya.

Sejumlah pengamat mengatakan tindakan penganiayaan terhadap sang mantan pemimpin revolusi yang dijuluki diktator itu disebabkan pasukan oposisi merasa sangat dendam. Ketika awal revolusi Arab (Arab Spring) berhembus ke Libya pasca insiden kejatuhan Rezim Ben Ali di Tunisia dan Rezim Mubarak di Mesir, sejumlah media melaporkan Ghadafy menghadapi para pedemonstran damai dengan cara-cara yang sangat refresif dan penuh kebencian (Hatred). Ghadafy dan orang dekatnya menuding bahwa para pedemonstran adalah tikus-tikus yang harus dimusnakan. Kejar mereka dan bunuh mereka sampai ke rumah-rumah, kamar dan tempat persembunyian mereka dan tindakan itu telah dibuktikan melalui tindakan refresif yg telah mengorbankan ribuan rakyat libya yang telah bersebrangan pandangan politik dengan Almarhum. Bahkan lebih brutal lagi Ghadfy menyuruh pasukan angkatan udaranya mengebom para pedemonstran tapi ternyata Tentara Angkatan Udara Libya yg disuruh mengebom masih punya hati nurani dan nekat membelot ke negara lain lalu minta suaka politik.

Kini Ghadafi telah tiada dan banyak loyalistnya juga telah mati dibantai oleh kelompok oposisi NTC. Di samping banyak kekurangan dan kelemahan Ghadafy ternyata dari sejumlah laporan media luar negeri dan dalam negeri Ghadafy slama kepemimpinannya juga membuat sejumlah kebijakan yang cukup populis dan membela kepentingan rakyat kecil seperti, masyarakat menikmati listrik gratis alias tanpa harus membayar rekening. Kredit atau utang bebas bunga (Intrest free). Pasangan yang menika mendapat bantuan keuangan dari negara dan masih banyak lagi fasilitas dan kemudahan yang telah diberikan kepada rakyat secara gratis. Kemudian dari perspektif keluarga, Ghadafy termasuk sukses membina anak2nya sehingga sebagian besar anak2nya sempat mengenyam pendidikan tinggi. Beberapa anak Ghadafy sempat mengenyam pendidikan Tinggi di dalam dan luar negeri bahkan putra tertuanya dari istri kedua, Syaif El Islam berhasil menyelsaikan pendidikan S3 (PhD) dari London School of Economics, salah satu perguruan tinggi ternama di dunia. Saif sangat cerdas dan diprediksi akan menggantikan Ghaday. Putrinya yg bernama Aisyah, seorang pengacara beken yg perna menjadi salah satu tim pengacara mantan Presiden Sadam Husain. Ghadafy dan kelurganya juga punya banyak yayasan sosial yang banyak membantu masyarakt di Libya dan bahkan di Luar Negeri.

Walaupun Almarhum Ghadafy oleh loyalist dan fansnya di libya dan di luar negeri diberi gelar Pemimpin revolusi yang telah berhasil menggulingkan Raja Idris 40 thn lalu ketika Ghadafy masih berusia 27 thn dan masih berpangkat Kapten. Ghadafi  juga digelar Martir yang konsisten dengan tekadnya untuk tidak akan meninggalkan tanah kelahirannya serta berani mati mempertahankan tanah tumpa daranya, Gadafy juga banyak kelemahan misalnya, kekuasannya adalah absolut dengan bertopeng pada bentuk pemerintahan Sosialisme-Islam yang menganggap bahwa kekuasaan ada ditangan rakyat tapi kenyataannya jauh berbeda. Ghadafy adalah pemimpin Diktator yang mengangkat anak-anaknya dan keluarganya dan hanya orang-orang dari sukunya pada posisi yang strategis yang bertujuan bisa membantu mempertahankan kekuasaannya selama 42 thn sebelum digulingkan oleh kelompok oposisi dengan dibantu oleh pasukan NATO melalui serangan udara. Juga karena kekuasaan absolut praktek KKN rawan terjadi. Tidak bisa dibedakan mana kekayaan pribadi dan mana kekayaan Publik (milik negara dan rakyat). Ada kecenderungan praktek menumpuk harta kekayaan dan menyimpannya di Bank2 di luar negeri tapi akhirnya kekayaan hasil rampok uang rakyat itu akhirnya dibekukan oleh lembaga internasional berwenang di bawa rekomendasi NATO dan NTC.

Kematian Ghadafy secara sadis dan tidak berprikemanusiaan di tangan rakyatnya sendiri yang pernah mencintai dan menghormati almarhum selama lebih dari 40 thn, bisa dijadikan pelajaran penting bagi pemimpin-pemimpin dunia yang mau berkuasa selama-lamanya melalui pratek KKN dan membiarkan rakyat tertindas, miskin dan sengsara. Ghadafy menjadikan lembaga Militer menjadi tidak formal agar tidak mudah melakukan kudeta. Selanjutnya, apapun tuduhan dan dugaan keterlibatan NATO dan Amerika yang mana sejumlah orang menduga memiliki agenda tersembunyi untuk memudahkan kerjasama dengan pemerintahan NTC menggarap ladang minyak. Juga harus diakui bahwa mayoritas rakyat Libya sudah jenuh dengan kepemimpinan diktator tsb.  Di Indonesia saja selama Orde Reformasi dan Orde Lalu (Orba dan Orla) rakyat jenuh dengan praktek KKN dan sangat alergi dengan pemimpin yang mau berkuasa selama-lamanya.


Salam Perdamaian
Mochtar M

Selasa, 27 September 2011

DIRGAHAYU KOTA PALU TERCINTA KE-33

Dalam rangka Dirgahayu Kota Palu yang ke-33 ada dua hal yang ingin saya sampaikan:

Pertama, terus terang sebagai warga Palu kami sangat bangga dan appresiasi atas pencapaian pembangunan infrstruktur kota Palu yang cukup signifikan. Namun, dibalik itu juga harus diakui bahwa masih ada PR besar yang harus dicarikan solusi terbaik agar Program Green and Clean yang telah dicanangkan Pemkot Palu bisa berhasil. Ingat masalah sampa yg berserakan dan Sapi yg berkeliaran harus ditangani secara lebih efektif !!.

Kedua, infrastruktur jalan raya Palu mulai membanggakan tapi sangat disesali karena masih sering trjadi penutupan jalan seperti di Jalan Raya Soekarno-Hatta menuju Kampus UNTAD dan terminal Mmboro. Pentupan jalan raya karena kegiatn balapn motor di lokasi Ex-STQ sudah sangat mengganggu pengguna jalan raya yang tentu mereka juga sngat taat byar pajak kendaraan dan punya hak menggunakan jalan raya.

Sudah saatnya Pemkot Palu, IMI-Sulteng dan Polantas PolDa Sulteng harus mencarikan solusi terbaik agar pengguna jalan raya tidak merasa terganggu oleh frekwnsi penutupn jalan yang terbilang cukup tinggi.

Demikian penyampaian kami sebagai warga kota Palu dan mewakili teman-teman warga palu yang sangat mencintai kota. Kami berharap semoga ke depan Kota Palu  menjadi kota terbaik dan terdepan di Kawasan timur Indonesia. Mari bersama membangun dan mencarikan solusi terbaik untuk pembangunan kota Palu menuju City for all dengan menjunjung tinggi filsafat dan Jargonnya "Nosarara Nosabatutu"

Sekali lagi, "Dirgahayu Kota Paluku tercinta".


Salandoa
Mochtar Marhum
Akademisi UNTAD

Selasa, 09 Agustus 2011

HUT PROKLAMASI RI KE 66: ISU NASIONALISME MASYARAKAT YANG TINGGAL DI PERBATASAN NKRI

Setelah heboh dengan kasus tertangkapnya Nazaruddin di Columbia dan ada sebagian masyarakat yang mengira penangkapan Nazaruddin di Solumbia Kecamatan Dondo Toitoli karena nama lokasi penangkapan Nazaruddin mirip-mirip antara Columbia dan Solumbia.

Kini media melaporkan bahwa Upacara HUT Proklamasi Ke 66 tingkat Nasional akan dilaksanakan di Pulau Lingayan Kecamatan Dampal Utara Kab Tolitoli. Pulau Lingayan adalah salah satu pulau terluar NKRI yang berbatasan langsung dengan Negeri Jiran Malaysia. Upacara Hut Prolakmasi juga akan dihadiri oleh pejabat dari Kementrian Jakarta, Pejabat Pemprov Sulteng, Pemkab Tolitoli dan masyarakat setempat.

Disinyalir oleh sejumlah Media bahwa pulau Lingayan berpotensi menjadi ancaman klaim negeri Jiran Malaysia sebagai pulau milik mereka sama dengan kasus sebelumnya yang pernah terjadi. Oleh sebab itu pemerintah pusat bekerjasama dengan Pemprov Sulteng akan menjalankan kebijakan pemerintah untuk menyelenggarakan Upacara HUT Proklamasi tingkat Nasional yang ke 66 di Pulau Lingayan.

Kegiatan Upacara Peringatan Hut Proklamasi di pulau-pulau terluar NKRI ini juga telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa pulau terluar NKRI yang mana pulau-pulau tersebut berpotensi dicaplok oleh negara tetangga NKRI. Tujuan dari upacara ini adalah untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme khususnya penduduk lokal di pulau-pulau terluar NKRI.

Salam NKRI

Senin, 04 Juli 2011

Betulkah Guru Sering Jadi Korban Ekploitasi Politik Praktis ?

Guru di daerah kurang iindependen dan sering disinyalir mereka harus bermain politik praktis yang manis jika ingin promosi jadi kepala sekolah atau kepala Bidang dan bahkan kadis. Namun, terkadang mereka juga mengalami nasib sial terutama jika kandidat kepala daerah yang mereka dukung gagal.

Tulisan ini berawal dari diskusi di sejumlah mailinglist (Milist) atas keprihatinan akibat sering diberitakan oleh sejumlah media bahwa guru-guru sering jadi korban eksploitasi politik praktis terutama pada moment Pemilukada di beberapa daerah di Indonesia.

Diduga hampir setiap event  Pemilukada Guru harus mendukung salah satu kandidat kuat kepala daerah karena mungkin disebabkan oleh sistem dan kultur serta tradisi yang terpaksa menyeret guru terlibat bermain politik praktis. Kasus ini banyak terjadi di beberapa daerah terutama ketika event Pemilukada berlangsung.

Pada umumnya guru sering  mendukung kandidat Bupati incumbent karena mengikuti komando implisit atau eksplisit  dari Kadis atau Kepsek. Jika kandidat yang guru-guru usung menang maka mereka akan dapat durian runtuh dan siap dipromosi jadi kepsek, Kabid, Kabag bahkan Kadis. Namun, bila lagi apes alias badluck karena kandidat yang didukung gagal dalam pemilukada sangat sering guru jadi korban penganiayaan politik oleh kandidat yang menang dan kasus ini sudah pernah terjadi di beberapa wilayah di tanah air. Sejumlah guru dimutasi ke daerah-daerah terpencil akibat tidak mendukung incumbent.

Kesimpulannya, catatan ini tidak bisa digeneralisasikan karena masih jauh lebih banyak guru yang idealis dan tetap mempertahankan martabat profesi keguruannya ketimbang terseret dan terkontaminasi dengan bujuk rayu jabatan struktural atau tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Namun, juga harus diakui bahwa guru PNS sering terseret arus politik dan mau tak mau terpaksa harus terlibat bermain politik secara sembunyi-sembunyi. Saya setuju saatnya guru harus lebih profesional dan tidak terkontaminasi dengan politik praktis yang licik dan kotor itu. Semoga ke depan guru-guru di negeri ini akan lebih profesional dan terhindar dari eksploitasi politik praktis. Salam Edukasi